Prinsip-Prinsip Dasar Multimedia Pembelajaran
Teknologi dalam dunia pendidikan mutlak diperlukan karena pembelajaran modern akan mampu mendongkrak peningkatan dalam kinerja pendidikan. Sudah bukan saatnya lagi sibuk dengan metode konvensional yang identik dengan ceramah dan pemberian tugas yang membuat anak semakin bosan untuk belajar. Pembelajaran Multimedia punya kekuatan yang dahsyat dalam menyajikan pembelajaran yang nyaris tak pernah membosankan.
Dalam pembelajaran, multimedia sangat membantu guru dalam menyampaikan materi. Multimedia terdiri dari tiga level yaitu didasarkan pada alat-alat yang digunakan untuk mengirimkan pesan (media pengirimannya), format-format representasi yang digunakan untuk menyajikan pesan (mode-mode presentasinya seperti gambar, teks dan lain-lain), dan modalitas indriawi yang digunakan pengguna/siswa untuk menerima pesan (pancaindra). Multimedia pembelajaran bukan hanya sekedar perpaduan berbagai media tanpa ada landasan atau pendekatan sebagai dasar pembelajarannya. Berikut akan dibahas prinsip-prinsip dalam multimedia pembelajaran.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Richard E. Mayer (2001) menunjukkan bahwa anak didik kita memiliki potensi belajar yang berbeda-beda. Kini dunia pendidikan makin maju, dapatkah modalitas belajar siswa yang berbeda-beda ini dibawa dalam sebuah teknologi Multimedia? Menurut Mayer ada 12 prinsip desain multimedia pembelajaran yang dapat diterapkan di Pembelajaran, yaitu:
1. Prinsip Multimedia
Siswa bisa belajar lebih baik dengan gambar dan kata dari pada sekedar kata-kata saja. Karena dinamakan multimedia berarti wajib mampu mengombinasikan berbagai media (teks, gambar, grafik, audio/narasi, video, animasi, simulasi, dll) menjadi satu kesatuan yang harmonis. Sebab kalau tidak namanya bukan multimedia tapi single-media.
2. Prinsip Kesinambungan Spasial
Siswa bisa belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait disandingkan berdekatan dibandingkan apabila disandingkan berjauhan atau terpisah. Oleh karena itu, ketika ada gambar (atau hal lain seperti video, animasi, dll) yang dilengkapi dengan teks, maka teks tersebut harus merupakan jadi satu kesatuan dari gambar tersebut, jangan menjadi sesuatu yang terpisah.
3. Kesinambungan Waktu
Siswa bisa belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait disajikan secara simultan dibandingkan apabila disajikan bergantian atau setelahnya. Nah, ketika Anda ingin memunculkan suatu gambar dan atau animasi atau yang lain beserta teks, misalnya, sebaiknya munculkan secara bersamaan alias simultan. Jangan satu-satu, sebab akan memberikan kesan terpisah atau tidak terkait satu sama lain. Begitu kata Mayer.
4. Prinsip Koherensi
Siswa bisa belajar lebih baik ketika kata-kata, gambar, suara, video, animasi yang tidak perlu dan tidak relevan tidak digunakan. Nah, ini yang sering terjadi. Banyak sekali pengembang media mencantumkan sesuatu yang tidak perlu. Mungkin maksudnya untuk mempercantik tampilan, memperindah suasana atau menarik perhatian mata. Tapi, menurut Mayer, hal ini sebaiknya dihindari. Cantumkan saja apa yang perlu dan relevan dengan apa yang disajikan. Jangan macam-macam.
5. Prinsip Modalitas Belajar
Siswa bisa belajar lebih baik dari animasi dan narasi termasuk video, daripada dari animasi plus teks pada layar. Jadi, lebih baik animasi atau video plus narasi daripada sudah ada narasi ditambah pula dengan teks yang panjang. Hal ini, sangat mengganggu.
6. Prinsip Redudansi
Siswa bisa belajar lebih baik dari animasi dan narasi termasuk video), daripada dari animasi, narasi plus teks pada layar (redundan). Jika kata-kata dan gambar-gambar disajikan secara visual maka saluran visual akan kelebihan beban. Jika animasi berisi narasi yang padat, maka sebaiknya tidak menambahkan teks yang hanya mengulang kata-kata dari narasi.
7. Prinsip Personalisasi
Siswa bisa belajar lebih baik dari teks atau kata-kata yang bersifat komunikatif (conversational) daripada kalimat yang lebih bersifat formal. Lebih baik menggunakan kata-kata lugas dan enak daripada bahasa teoritis, oleh karena itu, sebaiknya gunakan bahasa yang komunikatif dan sedikit ber-style.
8. Prinsip Interaktivitas
Siswa bisa belajar lebih baik ketika ia dapat mengendalikan sendiri apa yang sedang dipelajarinya (manipulatif: simulasi, game, branching). Sebenarnya, orang belajar itu tidak selalu linier alias urut satu persatu. Dalam kenyataannya lebih banyak loncat dari satu hal ke hal lain. Oleh karena itu, multimedia pembelajaran harus memungkinkan user/pengguna dapat mengendalikan penggunaan daripada media itu sendiri. dengan kata lain, lebih manipulatif (dalam arti dapat dikendalikan sendiri oleh user) akan lebih baik. Simulasi, branching, game, navigasi yang konsisten dan jelas, bahasa yang komunikatif, dan lain-lain akan memungkinkan tingkat interaktivitas makin tinggi.
9. Prinsip Sinyal
Siswa bisa belajar lebih baik ketika kata-kata, diikuti dengan cue, highlight, penekanan yang relevan terhadap apa yang disajikan. Kita bisa memanfaatkan warna, animasi dan lain-lain untuk menunjukkan penekanan, highlight atau pusat perhatian (focus of interest). Karena itu kombinasi penggunaan media yang relevan sangat penting sebagai isyarat atau kata keterangan yag memperkenalkan sesuatu.
10. Prinsip Perbedaan Individu
Pengaruh desain lebih kuat terhadap siswa berpengetahuan rendah daripada berpengetahuan tinggi, dan terhadap siswa berkemampuan spasial tinggi daripada berspasial rendah. Siswa yang berpengetahuan lebih tinggi bisa menggunakan pengetahuan yang dimiliki sebelumnya untuk mengkompensasi atas kurangnya petunjuk dalam presentasi. Siswa yang berpengetahuan rendah kurang bisa melakukan pemrosesan kognitif yang berguna saat presentasinya kurang petunjuk. Siswa yang memiliki kemampuan spasial yang tinggi memiliki kapasitas kognitif untuk secara mental memadukan reprentasi verbal dan visual dari presentasi multimedia yang ada. Siswa yang berspasial rendah harus mengerahkan kapasitas kognitif yang begitu banyak untuk memahami apa yang disajikan.
11. Prinsip Praktek
Interaksi adalah hal terbaik untuk belajar, kerja praktek dalam memecahkan masalah dapat meningkatkan cara belajar dan pemahaman yang lebih mendalam tentang materi yang sedang dipelajari.
12. Pengandaian
Menjelaskan materi dengan audio meningkatkan belajar. Siswa belajar lebih baik dari animasi dan narasi, daripada dari animasi dan teks pada layar.
Mayer dan rekannya menunjukkan tujuh efek desain multimedia dasar yang telah diuji secara empiris berdasarkan prinsip-prinsip desain multimedia dasar (disebut sebagai multimedia efek desain) yang berguna dalam merancang presentasi multimedia (Mayer, 2001, hal 184). Tujuh prinsip ini meliputi:
1) Siswa belajar lebih baik dari kata-kata dan gambar daripada kata-kata saja (multimedia principle)
2) Siswa belajar lebih baik ketika kesesuaian kata-kata yang disampaikan dengan gambar yang disajikan berada lebih dekat daripada jauh dari layar (Spatial contiguity principle),
3) Siswa belajar lebih baik ketika kata-kata yang sesuai dan gambar yang disajikan disajikan bersamaan daripada berturut-turut (Temporal contiguity Principle),
4) Siswa belajar lebih baik ketika kata-kata, gambar, dan suara lebih dikeluarkan (Excluded) daripada dimasukkan (included) (Coherence Principle),
5) Siswa belajar lebih baik dari animasi dan narasi daripada dari animasi dan teks pada layar “(Modality Principle),
6) Siswa belajar lebih baik dari animasi dan narasi daripada dari animasi, narasi, dan teks pada layar “(Redundancy Principle), dan
7) Efek Desain lebih berpengaruh pada peserta didik yang berpengetahuan rendah (low-knolwledge) daripada peserta didik yang berpengtahuan lebih tinggi (high knowledge) dan untuk pelajar yang memilki spasial yang tinggi dari pada spasial yang rendah (Individual difference Principle).
PERMASALAHAN:
1. Seperti yang kita ketahui bahwa prinsip dasar dari multimedia sangat banyak, yang saya pertanyakan bagaimana cara kita menentukan bahwa multimedia yang kita pakai telah mengandung semua prinrip diatas? Atau telah memenuhi semua prinsip diatas?
2. Apakah sebuah multimedia yang diterapkan dalam pembelajaran harus memiliki ke 12 prinsip dari mayer diatas? Manakah yang paling penting dari prinsip tersebut agar multimedia yang kita pakai dapat dikatakan baik?
3. Bagaimana cara kita agar multimedia yang kita gunakan untuk mempermudah penyampaian materi kesiswa dapat di pahami dengan baik juga oleh siswa tersebut, dan mencegah agar siswa tidak salah paham atau bahkan sampai tambah tidak mengerti dengan materi?
2. Apakah sebuah multimedia yang diterapkan dalam pembelajaran harus memiliki ke 12 prinsip dari mayer diatas? Manakah yang paling penting dari prinsip tersebut agar multimedia yang kita pakai dapat dikatakan baik?
3. Bagaimana cara kita agar multimedia yang kita gunakan untuk mempermudah penyampaian materi kesiswa dapat di pahami dengan baik juga oleh siswa tersebut, dan mencegah agar siswa tidak salah paham atau bahkan sampai tambah tidak mengerti dengan materi?

Menurut saya untuk mengetahui apa multimedia yang kita gunakan itu sudah mengandung semua prinsip2 dari multimedia itu sendiri kita haru tau dulu apa saja prinsip2 tersebut dan tentunya kita harus memahami terlebih dahulu prinsip2 tersebut, dan kita sebagai pendidik sebelum menuangkan multimedia kedalam kelas atau pada saat pembelajaran kita harus lebih teliti dan mengoreksi berulang2 dulu multimedia yang kita buat agar sesuai dengan yang diharapkan
BalasHapusTerima kasih atas jawabnnya saudari zelvi.
HapusSaya setuju dengan pendapat saudari zelvi dimana seorang guru itu harus memahami terlebih dahulu prinsip-prinsip dari multimedia tersebut sehingga media yang kita gunakan sesuai dengan prinsip dan tidak salah menerapkannya karena salah konsep atau pemahaman prinsipnya.
Namun dari jawaban saudari saya bingung apakah sebuah multimedia itu harus memiliki semua prinsip agar dapat dikatakan baik?
Mencoba menjawab permasalahan saudari,,, tidak semua prinsip tersebut harus terkandung dalam suatu media pembelajaran. Media yang dipilih perlu sesuai dengan tujuan dan materi pelajaran, metode mengajar yang digunakan serta karakteristik peserta didik yang belajar (tingkat pengetahuan pebelajar, bahasa pebelajar, dan jumlah pebelajar yang belajar). Dan untuk dapat memilih media yang tepat, pembelajar perlu mengenal ciri-ciri dan tiap tiap media pembelajaran. Menurut mayer ada 12 prinsip..... ini hanya menurut pendapat seorang ahli. ada ahli lain yang menyebutkan prinsip dalam membuat media pembelajaran namun jumlahnya tidak lah 12, namun maksud dan tujuannya sama.
HapusAssalamualaikum saudari sintari, saya akan mencoba menjawab permasalahan dari anda.
BalasHapusMenurut saya, sebagai pendidik , setelah kita membuat sebuah media kita bisa mengoreksi apakah media yang kita gunakan sudah sesuai dengan prinsip prinsip di atas.
Sebelum pendidik membuat media, pendidikan haru merancang terlebih dahulu media tersebut agar sesuai dengan prinsip prinsip nya, begitu juga sebalik nya.
Dan setelah kita menerapkan media tersebut ke peserta didik. Kita pun dapat menilai nya. Jika peserta didik bisa lebih baik belajar dengan media yang kita buat, berarti media tersebut suah sesuai dengan prinsip prinsip diatas.
Jadi kesimpulan nya,
Sebelum dan sesudah pembuatan media kita harus mengoreksi kembali apakah media yang kita buat sudah sesuai dengan prinsip prinsip nya.
Terima kasih.
Wassalamualaikum wr.wb.
Terima kasih saudari yulisa atas jawabnnya, saya ingin menambahlan sedikit, selain memeperhatikan prinsip dari multimedia seorang guru juga harus mempertimbangan model pembelajaran yang digunakan dan juga tujuan dari pembelajaran materi itu sendiri. Karena multimedia digunakan sebagai alat untuk membantu siswa dalam memahami materi sehingga dapat tercapai sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan sebelum pembelajaran berlangsung
HapusMenurut pendapat saya dalam menentukan multimedia yang akan dipakai guru harus terlebih dahulu mengenal prinsip2 dari multimedia seperti yang telah dijelaskan diatas.setelah mengenal darinl prinsip multimedia baru guru dapat menentukan multimedia apa yang cocok untuk diterapkan dikelas.juga harus mempertimbangkan tujuan utama dri penggunaan multimedia pembalajaran tersebut.
BalasHapusTerimakasih
Terima kasih atas jawaban saudari heni, menurut saya yang paling penting itu tujuan dari materi yang hendak dicapai, lalu baru kita merancang atau memilih dari multimedia yang cocok dengan materi yang hendak dicapai tersebut. Kemudian untuk prinsip-prinsipnya dipertimbangkan dalam rangka untuk kita memahami dalam penggunaan dan pembuatan dari multimedia tersebut agar didapatkan multimedia yang baik
HapusPenerapan prinsip-prinsip desain multimedia dalam pengembangan
BalasHapusmultimedia pembelajaran akan dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam
belajar sekaligus akan dapat meningkatk
an kualitas tampilan multimedia itu
sendiri. Multimedia sesungguhnya proses mengintegrasikan unsur-unsur pesan
auditori dan visual menjadi inform
asi yang relevan sehingga menjadi kunci
pembelajaran yang penuh makna.
Multimedia pembelajaran akan menjadi
efektif apabila sajian terdiri atas
unsure gambar dan kata-kata bukan hanya kata-kata saja, bagian yang terkait
anatara gambar dan teks atau narasi da
n animasi disajikan secara berbarengan,
tidak ada unsur-unsur ekstra atau tambahan yang tidak perlu ditampilakan dalam
sajian multimedia, adanya keberimbangan salauran pesan antara saluran melalui
auditori dan visual, serta memper
hatikan perbedaan individual.
Terima kasih atas jawaban saudari fania, jika jawaban anda bahwa multimedia itu terdiri dari gabungan teks, gambar, video dll. Nah bagaimana cara guru tersebut untuk menggabungkan hal tersebut agar berkesinambungan atau saling mendukung dan yang paling penting bagaimana cara guru memilih gambar atau video yang digunakan agar dapat mudah dipahami. Dimana seperti yang saudari fania katakan bahwa guru harus mempertimbangkan dari perbedaan individu siswa, bagaimana jika siswa tersebut salah paham atau kurang paham dari gambar dan video yang digunakan.
HapusApabila kita ingin mengetahui apakah media yang akan kita gunakan telah memenuhi prinsip media pembelajaran, maka kita harus cek sendiri apakah prinsipnya sudah termuat dalam media tersebut.
BalasHapusUntuk mendapatkan kualitas media pembelajaran yang baik agar dapat memberikan pengaruh yang signifikan dalam proses belajar mengajar, maka diperlukan pemilihan dan perencanaan penggunaan media pembelajaran yang baik dan tepat. Pemilihan media pembelajaran yang tepat ini menjadikan media pembelajaran efektif digunakan dan tidak sia-sia jika diterapkan.
Arsyad (2013: 74) menjelaskan bahwa kriteria pemilihan media bersumber dari konsep bahwa media pembelajaran merupakan bagian dari sistem instruksional secara keseluruhan.
Maka beberapa kriteria yang perlu diperhatikan dalam pemilihan media pembelajaran yang baik adalah sebagai berikut:
Sesuai Dengan Tujuan: Tepat Mendukung Materi yang Bersifat Fakta, Konsep, Prinsip, dan Generalisasi
Praktis, Luwes, dan Bertahan
Mampu dan Terampil Menggunakan
Pengelompokan Sasaran
Mutu Teknis
Terima kasih atas jawaban saudari nurazlina. Dari jawaban saudari multimedia yang baik yang sesuai dengan konsep. Bagaimana cara guru untuk menghubungkan konsep dengan prinsip dari multimedia yang digunakan.? Seperti yang kita ketahui bahwa sangat sulit untuk menghubungkan kedua hal tersebut agar tidak salah. Karena banyak kejadian bahwa guru sering salah konsep sehingga media yang digunakan sulit dipahami dan tidak sesuai materi
HapusSaya akan menjawab permasalahan anda yg ketiga Media menurut AECT adalah segala sesuatu yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan. Sedangkan gagne mengartikan media sebagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang mereka untuk belajar. Briggs mengartikan media sebagai alat untuk memberikan perangsang bagi siswa agar terjadi proses belajar. Istilah pembelajaran lebih menggambarkan usaha guru untuk membuat belajar para siswanya. Kegiatan pembelajaran tidak akan berarti jika tidak menghasilkan kegiatan belajar pada para siswanya. Kegiatan belajar hanya akan berhasil jika si belajar secara aktif mengalami sendiri proses belajar. Seorang guru tidak dapat mewakili belajar siswanya. Seorang siswa belum dapat dikatakan telah belajar hanya karena ia sedang berada dalam satu ruangan dengan guru yang sedang mengajar.
BalasHapusSaya akan menjawab permasalahan anda yg ketiga Media menurut AECT adalah segala sesuatu yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan. Sedangkan gagne mengartikan media sebagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang mereka untuk belajar. Briggs mengartikan media sebagai alat untuk memberikan perangsang bagi siswa agar terjadi proses belajar. Istilah pembelajaran lebih menggambarkan usaha guru untuk membuat belajar para siswanya. Kegiatan pembelajaran tidak akan berarti jika tidak menghasilkan kegiatan belajar pada para siswanya. Kegiatan belajar hanya akan berhasil jika si belajar secara aktif mengalami sendiri proses belajar. Seorang guru tidak dapat mewakili belajar siswanya. Seorang siswa belum dapat dikatakan telah belajar hanya karena ia sedang berada dalam satu ruangan dengan guru yang sedang mengajar.
BalasHapusSaya akan bantu menjawab cara kita agar multimedia yang kita ajarkan dapat berjalan dengan baik ada baiknya harus memahami prinsip diatas dan menggunakan
BalasHapusinternet hadir sebagai media yang multifungsi. Komunikasi melalui internet dapat dilakukan secara interpesonal (misalnya e-mail dan chatting) atau secara masal, yang dikenal one to many communication (misalnya mailing list). Internet juga mampu hadir secara real time audio visual seperti pada metoda konvensional dengan adanya aplikasi teleconference. Secara garis besar, teknologi informasi memiliki peranan : (1) dapat menggantikan peran manusia, dalam hal ini dapat melakukan otomasi terhadap tugas atau proses; (2) memperkuat peran manusia, yakni dengan menyajikan informasi terhadap suatu tugas dan proses; (3) berperan dalam restrukturissi terhadap peran manusia, dalam melakukan perubahan-perubahan terhadap kumpulan tugas dan proses. Bahwa kehadiran internet dalam dimensi pendidikan merupakan suatu hal yang mutlak, dan sudah merupakan kebutuhan. Sebagai suatu kebutuhan, maka kehadiran internet pada dasarnya sangat membantu dunia pendidikan untuk mengembangkan situasi belajar mengajar yang lebih kondusif dan interaktif.
Saya akan mencoba menjawab permasalahan Anda yang ketiga. Dalam pemenuhan terjadinya proses pembelajaran berjalan seefisien dengan penggunaan multimedia diantaranya pendidik dapat memperhatikan hal-hal sbb:
BalasHapus1. Sistematika materi ajar adalah urutan secara teratur dalam menyampaikan materi ajar. Misalnya dalam RPP. Mulai dari pendahuluan, Apersepsi (Eksplorasi, Elaborasi, Konfirmasi), kegiatan penutup, evaluasi. Memang sangat simple, namun jarang diperhatiakan dan msih banyak guru yang mengacak sistematika ini.
2. Pemberian materi secara menyeluruh di segala ruangan ajar. Sering kali pendidik hanya fokus pada satu arah (penggunaan metodenya saja) sehingga tidak memperhatikan siswanya. Hal ini akan mengakibatkan siswa tidak memperhatikan siswanya. Maka jika bisa memberikan pendekatan sehingga kontrol terhadap kenyamanan kelas bisa anda kendalikan sepenuhnya.
3. Gunakan multimedia yg sederhana agar memungkinkan materi lebih mudah dipahami, tidak melebih-lebihkan penggunaan gambar yang tidak begitu penting. Dan penyesuaian warna korelatif.
Semoga membantu.
Saya akan mencoba menjawab permasalahan ke 3Pengajaran yang efektif memerlukan perencanaan yang baik. Media yang akan digunakan dalam proses pengajaran itu juga memerlukan perencanaan yang baik. Meskipun demikian, kenyataan di lapangan menunjukan bahwa seorang guru memilih salah satu media dalam kegiatannya di kelas atas dasar pertimbangan . pertimbangan ini diharapkan oleh guru dapat memenuhi kebutuhannya dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Heinich dan kawan-kawan (1982) mengajukan model perencanaan penggunaan media yang efektif yang dikenal dengan istilah ASSURE (analyze learner characteristics,state objective, select, or modifymedia, require learner response and evaluate).
BalasHapusDalam kenyataannya yang terjadi pada guru dan siswa di sekolah dasar saat ini tidak sesuai dengan yang di harapkan. Guru dituntut agar dapat menggunakan media dan menampilkan proses pembelajaran yang baik tetapi dalam keadaannya guru belum bisa menampilkan media pembelajaran dengan yang di harapkan. Kualitas guru yang berkesinambungan dengan proses pembelajaran dalam mengguanakan media sebagai alat belajar hanya sekian % dan sisanya hanya menggunakan media alat untuk proses belajar mengajar sealakadarnya saja tanpa memperhatiakan kualitas media pembelajaran yang dapat membatu proses pembelajaran secara efektif dan efisien . Faktanya fasilitas yang ada di sekolah yang bisa mendukung proses pembelajaran lebih sering disimpan dengan berbagai alasan dari pihak yang berkuasa di sekolah. Sehingga kualitas pembelajaran dengan media sangat minim pada keadaan sebenarnya.
Saya sependapat dengan saudari icha
BalasHapusMenurut saya, sebagai pendidik , setelah kita membuat sebuah media kita bisa mengoreksi apakah media yang kita gunakan sudah sesuai dengan prinsip prinsip di atas.
Sebelum pendidik membuat media, pendidikan haru merancang terlebih dahulu media tersebut agar sesuai dengan prinsip prinsip nya, begitu juga sebalik nya.
Untuk permasalahan kedua menurut saya semua prinsip tersebut tidak dapat di hilangkan karna step by step memiliki peranan tetsendiri
BalasHapusSaya akan menjawab permasalahan yang nomor 3. Menurut saya agar multimedia dapat mencapai sasaran yang tepat maka sebagai seorang guru harus dapat memanfaatkan multimedia sesuai pada tempatnya. Misal, penggunaan multimedia berupa video. Maka isi dalam video tersebut haruslah memuat isi isi pelajaran yang memang akan diajarkan. Tidak melenceng dari tujuan yang akan dicapai.
BalasHapusSecara keseluruhan, multimedia terdiri dari tiga level (Mayer, 2001) yaitu :
BalasHapusLevel teknis, yaitu multimedia berkaitan dengan alat-alat teknis ; alat-alat ini dapat diartikan sebagai wahana yang meliputi tanda-tanda (signs).
Level semiotik, yaitu representasi hasil multimedia seperti teks, gambar, grafik, tabel, dll.
Level sensorik, yaitu yang berkaitan dengan saluran sensorik yang berfungsi untuk menerima tanda (signs).
Dengan memanfaatkan ketiga level di atas diharapkan kita dapat mengoptimalkan multimedia dan mendapatkan efektifitas pemanfaatan multimedia pada proses pembelajaran
Saya akan mencoba menjawab permasalahan ketiga. Menurut saya multimedia yang kita gunakan hanya perlu membahas tentang materi yang berhubungan dengan tujuan pembelajaran. Dimana hanya menggunakan bahasa yang singkat, padat, dan jelas. Juga menarik
BalasHapusSaya akan mencoba menjawab permasalahan ketiga. Menurut saya multimedia yang kita gunakan hanya perlu membahas tentang materi yang berhubungan dengan tujuan pembelajaran. Dimana hanya menggunakan bahasa yang singkat, padat, dan jelas. Juga menarik
BalasHapussaya akan menambahkan jawaban dari permasalahan yang pertama, yang mana sesuai pendapat/penerapan Richard E. Mayer (2009) menyatakan pesan multimedia yang dirancang dengan tata cara otak manusia bekerja akan lebih mungkin pembelajaran menjadi lebih bermakna ibandingkan dengan pesan multimedia yang tidak dirancang dengan mengikuti
BalasHapuscara kerja otak manusia. Oleh karena itu Richard E. Mayer menawarkan lima tahapan dalam merancan pesan multimedia yaitu; (1) memilih kata-kata yang relevan dari teks dan narasi yang tersaji, (2) memilih gambar-gambar yang relevan dari ilustrasi yang tersaji, (3) mengatur kata-kata yang terpilih kedalam represendasi verbal yang koheren, (4) mengatur gambar-gamabr yang tersaji kedalam representasi visual yang koheren dan (5) memadukan representasi verbal
dan representasi visual secara koheren.
jadi, Untuk memperoleh multimedia yang dapat meningkatkan pemahaman siswa dan memiliki kualitas tampilan yang baik maka desain pesan multimedia perlu dipadukan dengan prinsip-prinsip desain multimedia. dapat diambil kesimpulan Prinsip-prinsip belajar itu berkaitan dengan perhatian dan motivasi, keaktifan, keterlibatan langsung/berpengalaman, pengulangan, tantangan, balikan dan penguatan, serta perbedaan individual. Prinsip-prinsip belajar yang berimplikasi bagi siswa maupun guru, dalam satu kegiatan yang dilakukan siswa maupun guru, kita dapat menemukan perwujudan/penampakan dari prinsip-prinsip belajar lebih dari satu. Kenyataan bahwa dalam satu kegiatan pembelajaran terdapat lebih dari satu prinsip belajar yang tampak menuntut guru untuk benar-benar menguasai dan terlebih menandai perwujudan prinsip-prinsip belajar dalam kegiatan pembelajaran.
Baiklah saya akan menjawab permasalahan no 2.
BalasHapusMenurut saya ke 12 poin tersebut penting untuk diterapkan semua karena pilar pilar tersebut saling terkait.